Jokowi Ungkapkan Permohonan Maaf Atas Kekecewaan Koalisi

Jokowi Ungkapkan Permohonan Maaf Atas Kekecewaan Koalisi – Terlihat penggabungan yang gak masuk kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mohon maaf gak dapat membantu seluruh pihak. Pengakuan Jokowi sebagai obat Hanura yang sempat menyingkap kekecewaannya.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

Keinginan maaf Jokowi dikatakan waktu mengikuti Musyawarah Besar Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (26/10/2019) . Pengakuan itu dikatakan dihadapan Ketua umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang ada dalam kegiatan itu.

” Tak simpel membuat kabinet yang perlu bermacam lantaran memang Indonesia merupakan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, saya sadar kemungkinan yang suka maupun yang senang lantaran terwakili dalam kabinet itu cuma 34 orang yang dinobatkan, ” kata Jokowi.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Dari penggabungan pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin, merupakan Hanura, PBB, serta PKPI yang belum mendapatkan jatah masuk kabinet. Jokowi menyampaikan, dalam demokrasi, senantiasa terlihat yang dipilih serta tak dipilih. Juga masalah kabinet yang diberi nama Jokowi jadi Kabinet Indonesia Maju.

” Itu meritokrasi, terlihat yang dipilih, terlihat yang tak dipilih lantaran memang lewat metode seleksi, ” ujarnya

” Jadi saya minta maaf tak dapat menampung seluruhnya lantaran ruangannya cuma 34, ” papar Jokowi.

Biarpun kadernya sempat menanyakan keterwakilan Hanura di kabinet, OSO menjelaskan gak mempermasalahkan faksinya gak mendapatkan jatah di kabinet. Dia menyebutkan, penataan kabinet adalah hak prerogatif presiden.

” Itu tidak terlihat permasalahan, itu hak prerogatif presiden, ” kata OSO singkat.

Masalah frustasi Hanura lantaran gak bisa jatah di kabinet sempat dijelaskan oleh Bona Simanjutak sebagai wasekjen. Dia menyebutkan, Hanura telah berdarah-darah dalam pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

” Jika makna Pak Erick berkeringat, kami berdarah-darah, jika ingat relawan berkeringat, tetapi partai politik tak terlihat bangku (menteri) , tidak sekedar kami, Pak Hendropriyono menangi Pak Jokowi, ” ucap Bona waktu diskusi Masalah bertopik ‘Kabinet Buat Kaget’ di d’Consulate, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10) .

Kader Hanura dikatakannya banyak yang sedih lantaran tak masuk Kabinet Indonesia Maju. Bona menyampaikan, di Pemilu 2019, Hanura lebih konsentrasi meraih kemenangan Jokowi-Ma’ruf sampai-sampai tak mendapatkan bangku parlemen DPR RI serta cuma mendapat bangku DPRD.

” Berjalannya waktu cuma pergerakan cukup masif waktu Jokowi berkampanye. Serta tapi diperjalanan kami memang seharusnya berkorban sampai-sampai gak terlihat bangku di parlemen. Jika tulus, kader belum, kami masih menanti ke depan masih bergeser, ” jelas ia.

Akan tetapi seusai dengar keinginan maaf Jokowi, Bona menyebutkan penataan kabinet adalah hak prerogatif presiden. Menurut dia, Jokowi gak butuh mohon maaf.

” Sebenarnya tak perlu memohon maaf ya, lantaran ini hak prerogatif beliau. Jadi ini kebalik kalau ini bukanlah hak prerogatif yang perlu bagaimana, seperti tempo hari Pak Wakil presiden memohon maaf, saat ini Pak Jokowi sesungguhnya tak perlu memohon maaf, ” papar Bona.

Agen Judi Bola