Sandi Menuturkan Social Media Punyai Dua Andil

Sandi Menuturkan Social Media Punyai Dua Andil – Joko Widodo (Jokowi) serta Sandiaga Uno sama bab formalitas di social media yang butuh formalitas tinggi. Ini ‘kesepakatan’ mereka.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

Jokowi bicara perihal perubahan ilmu dan pengetahuan serta technologi (iptek) waktu peresmian pembukaan Pameran Indonesia Science Expo (ISE) Tahun 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Convention, BSD, Tangerang Selatan, Kamis (1/11/2018). Ia menyebutkan sekarang ini perubahan revolusi industri demikian cepat serta menimbulkan kendala baru.

“Beberapa tipe pekerjaan jadi hilang, tukang pos dahulu khusus, waktu ini tak diketahui kembali, teller atau kasir mungkin tidak lama kembali tak sama kembali, ini yang perlu senantiasa kita lihat,” ujarnya.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Ia ikut mengemukakan sekarang ini banyak muncul ‘media’ tiada wartawan. Banyak orang dapat membuat berita apa cukup dengan sentuhan jari.

“Muncul alat tiada wartawan, semua pemakai jadi wartawan. Serta jempol atau like jadi pemimpin redaksi di social media waktu ini, semua dapat mengatakan apa-pun,” kata Jokowi.

Tapi, untuk melawan pertanda ini, menurut Jokowi, diperlukan standard moralitas yang tinggi. Kurang cukup dengan peraturan yang dikeluarkan pemerintah.

“Melawan pertanda ini, peraturan pemerintah tidak bisa mengakhiri. Yang diperlukan ialah standard moralitas yang bertambah tinggi sama dengan pemakaian sosmed,” tutur Jokowi.

Pengakuan Jokowi ini direspons Sandi. Calon wakil presiden nomer urut 02 ini setuju kalau akhlak mesti diprioritaskan sewaktu memanfaatkan sosmed. Sandi menyebutkan pemakai jangan pernah mengolah conten negatif di sosmed.

“Saya setuju kalau sosmed itu mesti jadikan jadi penambahan dibanding akhlakul karimah, jangan sampai malahan kita menyaring soal negatif dari sosmed,” kata Sandi di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (1/11).

Sandi menuturkan social media punyai dua andil, ialah menyebar optimisme, tetapi juga bisa jadi penghancur. Karenanya, ia membawa penduduk memaksimalkan sosmed melalui conten positif.

“Barusan santri tertarik dengan program yang lebih menyebar optimisme, nah sosmed itu mungkin saja alatnya, tetapi dapat juga jadi destroyer agar kita raih akhlak yang karimah serta santri yang punyai kekuatan entrepreneurship. Sosmed mesti di isi conten yang menghidupkan semangat, motivasi serta how to,” tuturnya.

Agen Judi Bola