Home / Berita Umum / Berkeliarannya 5 Tersangka Korup Jembatan Cisinga

Berkeliarannya 5 Tersangka Korup Jembatan Cisinga

Berkeliarannya 5 Tersangka Korup Jembatan Cisinga – Lima orang terduga perkara pendapat korupsi jalan serta jembatan Cisinga, Kabupaten Tasikmalaya, masih berkeliaran bebas. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat belum membendung serta melimpahkan berkas penyelidikan ke pengadilan.

Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dengan Bergabung Bersama Kami, Silahkan Hubungi CS Kami Melalui Kontak Yang Tersedia Atau Silahkan Langsung Klik Disini Untuk Klaim Bonus Anda

“Kita masih memahami serta mengerjakan pengecekan pada banyak terduga. Kita tak mau cepat-cepat,” ujar Kasipenkum Kejati Jawa barat Abdul Muis Ali di kantor Kejati Jawa barat, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (26/6/2019).

Lima orang yang telah jadi terduga ini semasing BA (Kepala Dinas PUPS Kabupaten Tasikmalaya), RR (Petinggi Pelaksana Tekhnis Aktivitas), MM (Petinggi tekhnis), DS serta IP dari faksi swasta.

Info Bonus : 5% Bonus Setiap Deposit Seterusnya, 5 % Bonus Cashback, Bonus Rollingan 0,7%, Bonus Ajak Teman 5% Dan Deposit Hanya 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

Abdul memperjelas pengecekan pada kelimanya bersama saksi-saksi masih dijalankan. Faksinya akan lekas melimpahkan kalau berkas telah serius tuntas babak pengecekan.

“Bila telah kelar, akan kita limpahkan selekas mungkin,” katanya.

Meskipun sekarang banyak terduga masih berkeliaran, Abdul mengatakan kelimanya masih pula dalam pengamatan club penyidik Kejati Jawa barat.

“Kita konsisten pantau mereka,” ujar Abdul.

Perkara itu diatasi Kejati Jawa barat menurut pengaduan warga. Kejati pun udah geledah kantor Dinas Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) pada November 2018.

Ia memperjelas perkara ini berlangsung pada 2017. Pemkab Tasikmalaya mengerjakan pembangunan jembatan di Jalan Cisinga, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan nilai biaya Rp 25 miliar.

Dalam perjalanannya, pelaksanaan jembatan itu gak sesuai dengan fitur. Dikira ada mark up cost dan pekerjaan di subkontrak pada perusahaan lain yang tidak cocok peraturan.

Proses dari penyidikan serta riset pakar, diraih realitas jika ada perbedaan nominal biaya sebesar Rp 4 miliar lebih. Nilai itu terhitung kerugian negara atas perkara ini.

About penulis77